Benih Pearl Tuhan tanamkan di hati 3 young wives yang bahkan belum pernah bertemu muka satu sama lain. Sarah, Lia dan Grace. Mereka bertiga baru menikah, dibawa suaminya tinggal di luar negeri, cinta Tuhan, suka menulis, dan idealis. 

Mereka bertiga pertama ‘berkenalan’ lewat lomba blog di majalah Weddingku. Dari saling membaca blog, saling merasa diberkati dan dikuatkan, dan serasa punya nasib yang sama plus beban yang sama, untuk menjangkau wanita-wanita muda lain, muncullah ide untuk membuat majalah Kristen khusus untuk wanita. 

“Ketika itu merasa terbeban untuk membuat majalah online dan share itu dengan Sarah, sebenarnya gue ragu-ragu banget. Karena waktu itu, Sarah baru punya bayi, Lia sedang hamil trisemester 3 dan gue juga lagi hamil. Apa bisa? Tapi waktu itu kerasa dorongan yang kuat dari Tuhan. Dan kaget campur senang ketika ternyata Sarah sebenarnya juga memikirkan hal yang sama tapi ragu-ragu juga untuk ngomong karena alasan yang sama – Kita sudah dan akan punya bayi! Lebih luar biasanya lagi, ketika share dengan Lia, ternyata beberapa waktu sebelumnya suami Lia mendorong Lia untuk menulis entah buku atau renungan mengenai pengalaman-pengalaman pribadinya. Benar-benar konfirmasi yang ajaib dari Tuhan!”, demikian tutur Grace mengenang saat-saat lahirnya Pearl. 

Setelah mendapat konfirmasi dan restu dari suami masing-masing, mereka menghubungi 2 orang blogger lainnya, Stephani dan Louisa. Bulan berikutnya masuklah Viryani untuk membantu design. Dari 6 orang inilah, majalah Pearl mulai terbentuk. 

Siapa yang menyangka dalam waktu kurang dari 4 tahun, dari hanya 6 orang, tim Pearl sudah berkembang menjadi 20 orang dengan 3 divisi yang berbeda, Tim Penulis, Tim Design, Tim Editor, dan Editorial Team (Tim inti). Bahkan Juli 2014, Pearl mengadakan Retreat pertamanya. Sungguh tak terbatas kuasa-Mu Tuhan! 

Pearl’s History is really His Story.